Napak Tilas di Keramat Semayam, Tempat Persinggahan Syaikh Ahmad Khotib As-Sambasi

Bengkayang_Jum’at, 6/8/2021. Syaikh Ahmad Khotib As-Sambasy bin Abdul Ghaffar bin Abdullah bin Muhammad bin Jalaluddin atau biasa yang populer di Indonesia dikenal dengan Syeikh Ahmad Khotib Sambas lahir di daerah Kampung Dagang Sambas pada pada tahun 1217 H/1803 M. Beliau merupakan seorang ulama pendiri perkumpulan Tarekat Qodiriah Wa Naqsyabandiyah. Tarekat ini merupakan pengembangan 2 metode tarekat sufi besar yakni tarekat Qodiriyah dan tarekat Naqsyabandiyah.

Di Kabupaten Bengkayang, tepatnya di Dusun Temu, Desa Sumber karya, Kecamatan Teriak ada sebuah situs yang dinamakan “Keramat Semayam”. Menurut penuturan tokoh masyarakat setempat situs ini merupakan tempat persinggahan dari Syaikh Ahmad Khotib Sambas, beberapa saat sebelum beliau berangkat ke Mekkah untuk menuntut ilmu dan kemudian menetap di tanah suci sampai akhir hayatnya. Ulama asli Sambas tersebut tidak hanya singgah, namun juga sambil berdakwah menyebarkan agama Islam bagi masyarakat di pesisir sungai. Untuk menghormati ulama tersebut, masyarakat Dusun Temu mendirikan petilasan yang dinamakan Keramat Semayam untuk mengingat jasa-jasa dari Syaikh pendiri Tarekat Qodiriah Wa Naqsyabandiyah itu. Petilasan tersebut hingga kini masih cukup terawat dan masih kerap digunakan dan diziarahi oleh warga.

Rombongan PCNU Bengkayang, H. Damsir, S.Ag (Ketua Tanfiziah) , H. Yusli (Sekretaris PCNU), Rofiq (Katib Syuriah), Hj. Qomariyah (Muslimat NU), Ramli, S. HI (Ketua MUI Kab. Bengkayang) dan M. Zar’an (Kepala KUA Kecamatan Teriak) sebelum melaksanakan Safari Jum’at di Dusun Temu, melaksanakan ziarah ke Keramat Semayam, tempat persinggahan Guru dari banyak ulama di nusantara ini.

Perjalanan menuju Keramat Semayam tidak bisa dibilang mudah, medan perjalanan yang banyak menaiki dan menuruni bukit serta banyak lobang menganga nyaris di sepanjang jalan, membuat pengendara harus ekstra waspada. Namun disepanjang perjalanan pengunjung akan disuguhi pemandangan yang memanjakan mata.

Setelah beberapa saat menapaktilasi Keramat Semayam, Ketua PCNU Bengkayang memanjatkan doa dan bertawassul kepada Syeikh Ahmad Khotib Sambas dan diamini oleh yang lainnya. H. Damsir berharap agar tempat ini dapat dilestarikan dan mendapat perhatian dari pemerintah setempat, terutama soal akses dan perbaikan jalan. “Khusus PCNU Bengkayang dalam waktu dekat akan membuat plang penanda dikeramat semayam ini, tegas H. Damsir.

(Kontributor berita dan Foto : H. Damsir)

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *