Kado istimewa menjelang Harlah NU ke-95, Satu Ranting NU Terbentuk di Kantong Warga Melayu Pedalaman

Sabtu, 30 Januari 2021, Haji Damsir, Koordinator PKPNU Bengkayang bersama Kiyai Abd Mujib, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sanggau Ledo, menginisiasi pembentukan ranting NU di Dusun Momong Desa Danti Kecamatan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang yang notabene adalah warga melayu. Sambutan mereka begitu hangat, ikhlas, gembira dan penuh canda. Ciri utama orang NU sudah ada pada mereka, yaitu humoris.

Perjalanan menuju lokasi cukup terjal dan licin. Lobang hampir merata di badan jalan, aspalnya hampir habis, namun menuju lokasi kampung tujuan jalan masih berupa tanah kuning. Kondisi hujan cukup membuat jalan becek dan sangat licin, ditambah tanjakan di beberapa tempat cukup tinggi dan sangat menurun. Tepat jam satu siang kami sampai di lokasi.

Di perjalanan kami sempat singgah di rumah seorang Kader NU, tepatnya di Dusun Duginang Trans, Pak De Istakhori. Sholat zuhur dan makan siang di rumah beliau dan kemudian turut mendampingi kami menuju Dusun Momong untuk memenuhi undangan mereka guna pembentukan Ranting NU.

Sebelum pembentukan dan Pemilihan Pengurus Ranting NU, Koordinator Kader NU (Haji Damsir) mengawali sambutannya dengan pengenalan Jam’iyyah NU dan para Muassisnya,  sekaligus menegaskan amaliyah-amaliyah NU yang selama ini sudah menjadi tradisi lama dan turun temurun yang juga dilakukan oleh masyarakat melayu.

“Kita orang melayu punya ulama besar kelas dunia”, demikian Haji Damsir menegaskan saat membuka penjelasan tentang peran ulama melayu  dimasa lalu, seperti Haji Muhammad Basiuni Imran, Maharaja Imam Kerajaan Sambas dan Mahaguru Ulama Nusantara, Syaikh Ahmad Khotib Sambas. “Sebagai orang melayu kita wajib bangga punya ulama sekaliber mereka yang bermanhaj ahlussunnah wal jama’ah dan berasal dari orang melayu”, tegas Haji Damsir bersemangat. NU sangat memuliakan para Ulama. NU sangat menghormati tradisi adat istiadat masyarakat setempat dan di saat yang sama juga membuka ruang bagi masuknya tradisi baru yang lebih baik, Almuhafazhotu ‘alal qadiimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah.

Pada kesempatan berikutnya, Kiyai Abd Mujib menyampaikan program dan agenda bulanan jam’iyyah, sekaligus mengajak mengingat salah satu petuah dan kabar gembira dari Hadratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, bahwa : “Siapa yang mau mengurusi NU, saya anggap santriku. Siapa yang jadi santriku, saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya”.

Pembentukan pengurus ranting NU berjalan lancar. Terpilihlah Sahabat Andang sebagai Ketua Tanfidziyah dan Rahmat sebagai Rois Syuriah. Semoga dengan terbentuknya Ranting NU di kantong orang-orang Melayu menjadi wasilah dakwah orang melayu  beraswaja ala NU. “Kami tak akan pernah lelah berjuang, membawa ceret  air dakwah aswaja an Nahdliyah ke saudara kami, orang-orang melayu. Ini hadiah teristimewa bagi kami menjelang Harlah NU ke-95”, lirih Haji Damsir terharu.

(Kontributor berita : H.Damsir, S. Ag/Photo Dokumentasi : Kiyai Abd Mujib)

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *